Setelah beberapa hari menimba ilmu dari Ponorogo, sempatkan diri jadi bagpacker di kota jogja untuk beberapa hari. eeeh mampir di bioskop sebentar buat nonton film terbaru katanya. Judulnya mantap menurut awak; yaitu 99 cahaya
di langit Eropa..Subhanallah, sempat menetes air mata menonton film ini, berkecamuk perasaan ini, ada kebanggan tersendiri sebagai seorang muslim dan salut akan perjuangan orang2 terdahulu dengan hasil karyanya di tanah Eropa.
Selain itu, hikmahnya semakin bertambah kuat
keimanan awak pada jalan-Mu ya Allah..
Menakjubkan, film ini juga menceritakan tentang perjuangan hidup seorang muslim di negeri Eropa,
dengan tetap mempertahankan identitas keislamannya, bersama anaknya sanggup
bertahan dengan keyakinannya, keimanan yg harus apresiasikan dalam amal
perbuatan nyata. salut, be proud a muslem!
Film ini cocok ditonton oleh orang2 yg masih malu dan minder
dengan identitas keislamannya, kadang mau membuka atau melepaskan simbol2 keislamannya. Menonton film ini serasa ikut mengembara
langsung ke Eropa (Wina - Paris - Codoba - Granada – Istanbul) dan sekaligus
belajar sejarah Islam di Eropa yang begitu membanggakan dan mengharukan.
Mengajak kita untuk mengamalkan Islam secara total melalui
perilaku yang mencerminkan Islam, lewat contoh tokoh yang bernama Fatma. Peradaban yang besar yang ditinggalkan Pendahulu Muslim dulu karena berhasil menanamkan pendidikan agama yang baik. Persis seperti Sabda Nabi SAW; makin tinggi berilmu seseorang semakin dekat dengan Tuhannya, bukan malah sebaliknya.
| Peninggalan Peradaban Endatu Aceh, benteng Iskandar Muda |
Kini banyak kaum Eropa yang terbuka matahatinya melihat
kebesaran dan kebenaran Islam, maka itulah sebabnya maka setiap tahun bertambah jumlah muslim
di bumi Eropa. Namun, sebaliknya di Indonesia yang sudah Islam secara turun temurun
malah sudah mulai meninggal nilai-2 Islam, salah satu efek perang pemikiran (ghazwul fikri). Alangkah sedihnya jika kita lihat sebagian Muslim kalau sudah hidup di negeri Barat seolah-olah sudah bukan Islam lagi dia, wah hebat ngaku pandai tapi berani melanggar hukum Tuhan dia, seperti itukah dikatakan orang baik dan pandai?…masya Allah.
Saya ingat pesan guru saya, dalam hidup ini jadilah seperti ikan walaupun
hidup di lautan yg asin tetapi dagingnya tetap tawar, karena dia hidup, kalo
mati baru ia menjadi ikan asin.
Jadi, jaga prinsip2 dan nilai Islam yang telah ditanamkan di
manapun kamu berada, di bumi manapun kaki berbijak, disitu Islam dijunjung…
Islam mempersilahkan kita untuk merantau ke negeri jauh
tetapi aqidah dan nilai Islam tetap dijaga.
Belajarlah pada kisah sahabat Amar bin Yasir, Bilal bin
Rabah, dan Sumayyah umma Ammar dalam mempertahankan aqidahnya.
Saya juga teringat kata sahabat Ali RA:
Wahai anakku! Dunia ini bagaikan samudra di mana banyak
ciptaan ciptaan Nya yang tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut
nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal kapal yang
menyelamatkanmu. Kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai
pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai nahkoda perjalananmu; dan kesabaran
sebagai jangkar dalam setiap badai cobaan.” (Ali bin Abi Thalib RA)
Sobat, bek bacut2 ka neujak nanggro gob, ka tuwoe dengan
adat dan identitas bangsa dro..
sebuah catatn kecil;

Tidak ada komentar:
Posting Komentar